Menu

Tangisan Sang Pecundang

Author: Fetty Nurindah | Posted in | Poetry - rajasanews.com
Aug
21
2016

 

 

Foto Boneka Danbo Sedih Hujan Gambar Patah Hati Sad Love

 

Sang mata menatap tajam

 

 

Menyapu bersih sisa kehangatan

Mulut diam… bungkam…

Sorot matanya mengisahkan kelam kebencian

 

          Ragaku jatuh..

          Gerakan lidahnya menciutkanku

          Kembali melebur dalam hitamnya keputusasaan

          Menjadi hitam dalam gemilangnya bintang

 

Air berjatuhan dari bola mata

Bibir terasa kelu

Mata semakin nanar

Hati membeku dalam dinginnya kata bersudut tajam

 

          Mengoyak hati tanpa ampun

          Mengurai kembali kesedihan

          Membakar kembali bara amarah

          Mengembalikannya menjadi abu hitam tak berguna

 

Apalah keliruku?

Salahkah perbuatanku?

Caciannya tak dapat kutahan

Berulang kali kucoba bertahan

Tapi… semakin rusak hatiku perlahan

By : Arya Kharisma Nanda

 

 

Share This:

artikel lainnya :

Wednesday 3 August 2016 | Papers, Poetry

Tak terasa waktu berjalan dengan cepat Hari demi hari telah berlalu Kini dirimu pergi jauh dariku…

Tuesday 23 August 2016 | Poetry

17 Agustus 1945 Itulah hari pembebasan dari penjajahan Dimana saat itu, Rakyat Indonesia bersorak MERDEKA…  …

Saturday 25 March 2017 | Poetry

Saat itu, senja tiba Saat itu juga kita bersama Menghabiskan waktu berdua Hingga lupa akan derita…

Saturday 25 March 2017 | Poetry

Dunia tak seindah yang ku kira.. Berharap ku bisa memeluk mu, memncium mu, Hingga menyayangimu.. Mungkin…

Perum STI Blok BB 02, Probolinggo
rajasanews@gmail.com