Menu

Pembelajaran Sebuah Paku

Author: Shift | Posted in | Motivation, News - rajasanews.com
Oct
22
2016

 

 

Pembelajaran Sebuah Paku Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah-marah tersebut, sang ayah memberikannya sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah.

 

rajasanews.com/motivation

 

 


 

Hari pertama anak itu telah memakukan 43 paku ke pagar setiap kali dia marah… memang terkenal temperamen, sampai-sampai sehari saja sudah 43 kali marah-marah. Hari berganti hari jumlah yang ia pakukan berkurang. Sang anak merasakan capek dan lelah ketika harus memakukan paku-paku saat marah.

 

Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa bisa mengendalikan amarahnya dan lebih bisa bersabar. Dia memberitahukan kabar baik ini kepada sang ayah dengan malu-malu.

 

Sang ayah pun tersenyum puas. Namun ia meminta anaknya untuk mencabut satu paku setiap hari ketika ia tidak marah. Hari-hari berlalu dan anak laki-lakinya telah berhasil mencabut ke 43 paku itu.

 

Sang ayah lalu menuntun anaknya ke pagar.
“Kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya. Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu akan meninggalkan bekas di hati orang lain seperti lubang-lubang ini.”


Semoga kita bisa belajar dari kisah ini. Ketika kita marah atau menyakiti orang lain, tidak peduli berapa kali kita meminta maaf. Luka itu akan tetap ada… Maka, tidak ada ruginya banyak-banyak berbuat baik dan berhenti marah-marah apalagi menyakiti orang lain.

 

 

Share This:

artikel lainnya :

Sunday 17 July 2016 | News

Untuk tahun ajaran baru 2016-2017 kegiatan Masa Orientasi Sekolah (MOS) sudah tidak lagi diterapkan, sebab sering…

Saturday 4 June 2016 | News

SMK RAJASA – kembali gemuruh dengan penampilan ekstrakurikuler Banjari. Lagi-lagi mereka memeriahkan acara rutin yang diadakan…

Sunday 19 February 2017 | Motivation

Saat kesedihan menimpa kita, badan sangat sulit digerakkan. Kita menjadi lebih senang untuk tinggal berdiam diri…

Monday 1 June 2020 | News

Ujian sekolah kali ini sedikit berbeda dari ujian-ujian yang selama ini dilakukan di sekolah kami, mau…

Perum STI Blok BB 02, Probolinggo