Menu Click to open Menus
Home » Papers » Storiette » Hadiah Terindah

Hadiah Terindah

(57 Views) June 1, 2016 6:40 am | Published by

Pada suatu hari ada dua anak pelajar yang sedang menuju sekolahnya, mereka bernama “Hilmi (cowok) & Rizma (cewek)” mereka setiap hari selalu bersama dalam hal berangkat sekolah maupun pulang sekolah, Mereka selalu mengimpi-impikan agar salah satu dari mereka mempunyai kendaraan sendiri agar dapat cepat sampai di sekolah dan tidak terlambat lagi.

Hadiah Terindah

Hari telah berganti mentari pagi membangunkan mereka untuk berangkat ke sekolah. Hilmi mulai bangun dan mandi, setelah itu dia makan pagi lalu bergegas beseragam sekolah dan memakai sepatunya. Setelah itu Hilmi berpamitan kepada ibunya dan dia pun langsung berangkat menuju rumah Rizma, sesampai di Rumahnya Rizma, Hilmi mengetuk pintu rumah Rizma lalu memanggil namanya akhirnya seorang ibu keluar dari rumah tersebut yang tidak lain adalah ibu dari Rizma itu sendiri. Setelah itu Hilmi bertanya kepada ibu tersebut.

 “Bu, Rizma nya belum berangkat kah?” (tanya Hilmi sambil senyum) Ibu pun menjawab “belum nak tunggu sebentar Rizma masih memakai seragam, Silahkan masuk dulu… akan kupanggilkan Rizmanya” (jawab ibu sambil membuka pintu). “iya bu terima kasih…” (jawab Hilmi sambil duduk).`

10 menit kemudian Rizma keluar dari kamarnya. Lalu ia mengajak Hilmi untuk berangkat sekolah bersama, mereka pun berpamitan pada Ibunya Rizma. Pada saat di jalan mereka melihat banyak pelajar-pelajar lain yang berangkat menggunakan kendaraannya masing-masing, Hilmi pun termenung sambil berjalan, didalam hatinya dia berkata “ya tuhan… kapan aku mempunyai kendaraan sendiri dan bisa sampai disekolah lebih cepat dari pada jalan kaki” (kata hati si Hilmi). Sambil berjalan pula diam-diam Rizma memperhatikan sikap Hilmi yang sedang sedih, lalu Rizma pun menanyakan apa yang sedang dipikirkan oleh Hilmi.

Heyy… Hill, kenapa kamu kok mukanya murung gitu?” (tanya Rizma kepada Hilmi) Hilmi pun menjawab “hemmm… tidak apa-apa kok Riz… biasa aja kok” (jawab Hilmi sambil senyum) tetapi Rizma tidak percaya kalo dia tidak apa-apa. Dia pun penasaran dan bertanya lagi. “jujur Hill… kamu kenapa,? Cerita aja gak usah malu aku kan sahabatmu.” (Jawab Rizma sambil memegang tangan Hilmi) dan Hilmi menjawab “hemm iya Riz.. aku sebenarnya iri kepada pelajar lain yang mempunyai kendaraan yang bisa berangkat lebih cepat” (jawab hilmi sambil menatap mata Rizma) lalu Rizma menjawabnya “yaelah Hil… gitu aja kok dipikirin, udah percaya saja sama tuhan, beliau pasti merencanakan sesuatu yang indah buat kamu. Percaya deh…” (ujar Rizma sambil memegang pundak Hilmi) dan akhirnya Hilmi kembali tersenyum dan mereka melanjutkan perjalanan untuk menuju ke sekolah.

Lama kemudian mereka sampi di sekolah dan ternyata mereka terlambat 10 menit. Keterlambatan ini sudah sering terjadi, Mereka pun dihukum dan disuruh minta surat ijin masuk kelas pada penjaga piket. Setelah itu Hilmi pun kembali murung karne dia terlambat. Tetapi Rizma sebagai sahabat Hilmi kembali menemaninya, dia pun menghibur Hilmi dengan canda tawa dan nasehatnya. Pada saat mereka masuk kelas, mereka ditanyain oleh guru pengajar yang saat itu mengajar di kelas mereka. “kenapa telat… kebiasaan lama selalu diulangi terus menerus, apakah kalian tidak bosan telat terus” (tanya guru kepada Hilmi & Rizma) dan Hilmi menjawabnya “maaf buu kami jalan kaki… rumah kami jauh dan memerlukan waktu yang lama untuk sampai ke sekolah”(jawab Hilmi) setelah Hilmi menjawab Rizma juga ikut menjawabnya “iyaa Buu… rumah kita jauh, kami minta maaf Bu…” (jawab Rizma sambil tunduk kepala). Tetapi guru tersebut tidak percaya “Alasan saja kalian ini… kalo tidak niat sekolah ya jangan sekolah sekalian, Pantes tugasnya terlambat terus… sudah sana duduk ditempatnya” (jawab guru sambil membentak). Akhirnya Hilmi dan Rizma duduk di tempatnya masing-masing dan aktifitas belajar dilanjut. Bel istirahat berbunyi para murid keluar meninggalkan kelas menuju ke kantin, tetapi Hilmi tetap di dalam kelas, dia sedang duduk dan memikirkan sesuatu, dan akhirnya Rizma menghampiri dan membujuknya.

hey… hil… ayo ke kantin makan bareng… aku traktir makan deh…”(kata Rizma sambil menarik tangannya). Tetapi Hilmi tidak mau, “Tidak Riz… aku males makan, kamu saja sana aku disini aja”(jawab Hilmi sambil tunduk kepala). Tetapi Rizma terus membujuknya dan memaksa agar Hilmi istirahat. “udah Hil… kejadian tadi gk usah dipikirin. Lebih baik kita makan ayo… aku gak mau sahabatku sedih terus… aku ingin kamu ceria kembali” (bujukan Rizma pada Hilmi sambil memegang pundak dan menarik tangannya) akhirnya Hilmi mau dan mereka pergi ke kantin dan makan bersama.

Setelah mereka selesai istirahat keduanya kembali ke kelas dan melanjutkan pelajaran. Setelah lama kemudian bel pulang di bunyikan dan mereka siap-siap untuk pulang. Kemudian setelah berdoa bersama akhirnya mereka pulang bersama lagi, disisi lain Hilmi masih belum terima atas apa yang terjadi. Karna dia tidak mempunyai kendaraan dan sering kali dia terlambat masuk sekolah. Pada saat perjalanan pulang Hilmi kembali melihat banyak teman-temannya yang mempunyai kendaraan. Tetapi Hilmi tetap sabar dia hanya bisa memandang dan berdoa. Hal itu juga di rasakan oleh Rizma yang merasa kasihan melihat Hilmi yang selalu bersedih, ingin mempunyai kendaraan. Lalu Rizma mengajak ngobrol & menasehati Hilmi agar selalu sabar dan berdoa agar dapat mampu mempunyai kendaraan. Saat di tengah perjalanan mereka mendengar Adzan di salah satu masjid dekat situ, akhirnya Rizma mengajak Hilmi untuk Sholat Dzuhur berjamaah bersamanya dan berdoa kepada Allah swt. Agar diberi rezeki supaya dapat membeli kendaraan. Lalu mereka pun melaksanakan Sholat terlebih dahulu. Setelah sholat Hilmi tidak lupa untuk berdoa kepada Allah supaya dia cepat-cepat memiliki kendaraan agar tidak datang terlambat lagi. Begitu pula Rizma ia juga mendoakan Hilmi supaya Hilmi diberi kesabaran dan selalu tabah. Setelah itu mereka keluar dari masjid dan sejenak melihat awan, ternyata medung mereka pun bergegas untuk melanjutkan perjalanan pulang tetapi apa daya mereka sesampai di salah satu perempatan jalan mereka kehujanan akhirnya mereka berhenti di sebuah teras toko pinggir jalan. Lalu Rizma mengajak Hilmi untuk melanjutkan perjalanan sambil hujan-hujan.

Hil…. lanjut yukk sambil hujan-hujan bareng” (kata Rizma sambil menarik tangan Hilmi) “enggak ahh Riz… nanti kamu bisa sakit…”(jawab Hilmi) “tidak apa-apa ayo Hil… kita hujan-hujan dan bermain air, sudah lama kita tidak hujan-hujan bareng kayak gini”(kata Rizma sambil menarik kedua tangan Hilmi) “hemm… ya sudahlah ayo…”(jawab Hilmi). Setelah mereka memasukan bukunya kedalam sebuah tas plastik akhirnya mereka melanjutkan perjalanan sambil Hujan-Hujan. Kegembiraan terpancar di wajah mereka berdua, mereka berjalan sambil bermain air hal itu membuat mereka lupa akan hal yang terjadi tadi pagi pada mereka. Setelah sampai di rumah Rizma, Rizma menawarkan kepada Hilmi supaya menunggu hujannya reda di rumah Rizma. “Hil… jangan pulang, nunggu hujannya reda dulu di rumahku, aku temenin deh…”(kata Rizma)

Tetapi Hilmi menolaknya karna dia ada tugas yang harus diselesaikan hari itu juga. “enggak ah.. Terima kasih, aku lanjut aja ada tugas soalnya.. bye… Assalamualaikum”(Jawab Hilmi sambil berjabat tangan dengan Rizma) “ya sudahlah… hati-hati yah Hil… walaikumsalam” (jawab Rizma). Akhirnya mereka berpisah dan Hilmi melanjutkan perjalanan pulang. Ditengah-tengah perjalanan Hilmi teringat dengan kejadian tadi pagi, lalu dia merasa rendah diri karna tidak memiliki kendaraan sendiri, tetapi ketabahan Hilmi memang sangat kuat sekali sehingga dia terus berdo'a dan bersabar agar dapat mempunyai kendaraan, agar dapat sampai ke sekolah bersama Rizma dengan tidak terlambat lagi. Sesampainya di rumah, dia langsung mandi dan ganti pakaian. Setelah itu dia bercerita kepada Ibunya tentang kejadian pagi tadi. Tidak lama kemudian Cerita tersebut di dengar oleh Ayahnya, lalu Ayahnya mendengar hal tersebut, Ayahny langsung mempunyai rencana untuk memberikan kendaraan yaitu sepeda motor, tetapi hal tersebut masih di sembunyikan dari Hilmi, karna Ayahnya akan memberikan Surpraise di Hari ulang tahunnya besok. Saat itu juga Ayahnya langsung memesan motornya agar dikirim nanti malam. Pada malam hari, Hilmi mengerjakan tugas. Saat Hilmi mengerjakan tugas tiba-tiba Rizma datang ke rumahnya ternyata Rizma ingin membantu mengerjakan tugasnya. Setelah lama kemudian akhirnya tugas tersebut selesai dan Rizma pamit pulang karna hari sudah larut malam. Tetapi Hilmi kasihan melihat Rizma pulang sendirian. Akhirnya Hilmi mengantarnya pulang meski jalan kaki. ketika dia mengantar Rizma pulang, disisi lain itu Ayahnya ternyata merencanakan sesuatu, yaitu memberikan hadiah tersebut kepada Hilmi, Tepat jam 22:30 malam Hilmi sampai Dirumah. Pada saat membuka pintu dia terkejut karna di depanya ada sebuah sepeda motor dan ada tulisan “Happy Bhirtday Hilmi anakku tersayang” lalu Hilmi langsung sujud syukur didepan motor tersebut dan akhirnya Ayah dan Ibunya memberi ucapan do'a kepadanya. Lalu Hilmi langsung memeluk kedua orang tuanya, Setelah itu Hilmi akhirnya dia tidur dengan hati yang sangat gembira.

Keesokan harinya Hilmi berangkat sekolah dengan motor tersebut, lalu dia berpamitan kepada Ayah dan Ibunya dengan mencium tangan kedua orang tuanya, akhirnya Hilmi berangkat ke rumah Rizma untuk menjemputnya. Sesampai di rumah Rizma, Rizma langsung terkejut karna Hilmi beangkat sekolah dengan motor barunya. Dan ternyata Rizma juga punya Kado Spesial untuk Hilmi, lalu kado tersebut di berikan kepada Hilmi. Setelah di buka Ternyata Isi dari kado tersebut adalah Sebuah Helm dan lucunya lagi warna Helm tersebut Sama dengan Helm Rizma sendiri. “Hilmi.. Happy Bhirtday yah sahabatku… ini ada kado buat kamu “(kata Rizma sambil memberi kado) “wihh… iya Rizma… terima kasih yahh” (jawab hilmi) "tapi kok warnanya sama nih?”(tanya Hilmi kepada Rizma) “heheh sengaja aku samain biar kita kompak… kan kita sahabat” (jawab Rizma sambil memegang tangan Hilmi) “hehhe iya Rizma.. sekali lagi terima kasih”(jawab Hilmi sambil senyum).

 Akhrinya mereka berangkat ke sekolah bersama naik kendaraan yang selama ini mereka impikan. Mereka pun bergembira, karena tidak akan datang terlambat lagi.

By : Muhhamad Hilman Rizqi

error: